Muslimah Uncategorized

Inilah Kisah Perempuan Penghuni Neraka

belajar kisah keteladanan

Istri adalah pendukung utama bagi seorang suami. Baik dalam suka maupun duka. Taat dan patuh kepada suami adalah hal wajib bagi seorang istri selama hal itu masih dalam jalan kebaikan. Apalagi jika suami sedang berjuang di jalan Allah, seperti para Nabi dan Rasul-Nya.

Dukungan dari seorang istri dan keluarga sangatlah penting dalam menjalankan dakwahnya. Karena pada masa itu kedatangan Islam tidaklah mudah diterima untuk semua kalangan. Tidak sedikit yang menolak bahkan mengancam membunuh para Nabi serta keluarga dan kerabatnya yang memilih ajaran ini.

Namun dalam al-Qur’an telah disebutkan para istri dan keluarga yang akan masuk neraka karena tidak patuh kepada suaminya, bahkan dia tidak mengikuti ajaran Allah yang dibawa suaminya. Hal ini membuat hati para Nabi bersedih, karena merasa gagal dan kasihan terhadap keluarganya.

Dalam surat at-Tahrim ayat 10 yang artinya “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing)”. 

Istri Nabi Luth

Sudah tidak asing lagi tentang kisah kaum Nabi Luth yang mengalami kerusakan moral, yakni mereka menyukai sesama jenisnya.

Kemudian Nabi Luth diutus Allah untuk mengajarkan ajaran yang benar pada kaum tersebut. Agar mereka kembali kepada kebenaran. Saling mencintai dan mengasihi sesuai fitrahnya.

Namun, usaha Nabi luth selama bertahun-tahun tidak mampu merubah kebiasaan mereka, hanya sedikit dari mereka yang akhirnya mengikuti ajakan Nabi Luth.

Suatu hari, Allah mengutus tiga malaikat turun ke rumah Nabi Luth. Mereka menjelma menjadi tiga  laki-laki yang sangat gagah dan tampan. Setelah kedatangan tamu tersebut, Nabi Luth merasa khawatir jika kaumnya akan mengetahui hal tersebut. Maka, dengan segera Nabi Luth menyembunyikan tamunya tersebut. Namun, istrinya yang  bernama Wa’ilah berkhianat, ia memberitahu pada kaumnya (yang suka pada sesama jenis) bahwa ada tamu yang datang.

Setelah hal tersebut diketahui, kaumnya segera menuju rumah nabi Luth dan memaksa nabi Luth untuk mengeluarkan tamunya tersebut. Kemudian nabi luth keluar dan menawarkan anak perempuannya, jika mereka ingin menikah. Namun mereka tetap tidak mau. Akhirnya, nabi Luth kembali ke dalam. Kemudian tiga tamunya mengutarakan siapa mereka dan tujuan mereka. Tidak lama, nabi Luth beserta pengikutnya segera pergi lewat pintu belakang, karena kaumnya sudah memaksa masuk lewat pintu depan.

Nabi Luth berlari sekuat tenaga. Mereka berlari dan melarang para pengikutnya untuk menoleh ke belakang, namun istrinya melanggar aturan tersebut. Ternyata kaum Nabi Luth diadzab dengan dijatuhi batu dari langit, istrinya yang berkhianat itupun turut menjadi batu.

Istri Nabi Nuh

Nabi Nuh terkenal juga dengan sebutan ‘Ulul ‘Azmi, kenapa? Karena ketabahan dan kegigihannya dalam menjalankan dakwah menyebarkan agama Allah.

Bagaimana tidak, selama 950 tahun hanya beberapa saja yang mengikuti ajarannya. Hal ini membuat nabi Nuh bersedih. Hingga suatu hari turunlah perintah dari Allah untuk membuat sebuah kapal yang sangat besar.

Nabi Nuh mulai mengumpulkan kayu, paku dan alat-alat guna membuat kapal tersebut. Beliau juga mulai membuat kapal itu perlahan. Namun, hal itu mengundang tawa para penentangnya.

Mereka mengejek dan terbahak-bahak melihat apa yang dilakukan oleh nabi Nuh dan pengikutnya. Jelas terlihat aneh, karena pada waktu itu adalah musim kemarau dan tidak akan ada hujan turun apalagi banjir.

Namun dengan sabar dan ikhlas nabi Nuh dan pengikutnya tetap mengerjakan pembuatan kapal dan tidak menghiraukan omongan mereka.

Satu hal yang membuat nabi Nuh bersedih adalah karena istri serta anaknya bukan bagian dari pengikutnya, melainkan bagian dari para pembangkang. Mereka enggan membantu dakwah nabi Nuh, bahkan dengan terang-terangan menyembah berhala di hadapan nabi Nuh.

Pembuatan kapal sudah selesai, nabi Nuh menyuruh para pengikutnya masuk ke kapal, beliau juga mengumpulkan setiap hewan ternak masing-masing satu pasang. Setelah semua masuk, tibalah hari pembalasan yang dijanjikan Allah. Hujan mulai mengguyur bumi dengan begitu derasanya.

Orang-orang kafir yang mulanya mengejek nabi Nuh mulai khawatir dan berlarian mencari perlindungan. Air semakin tinggi dan hampir menenggelamkan seluruh kota tersebut.

Saat air sudah semakin tinggi, nabi Nuh melihat putranya yang bernama Kan’an sedang berjuang berenang. Kemudian nabi Nuh berniat menyelamatkannya, namun dia menolak dan tetap angkuh bertahan pada pendiriannya. Hingga akhirnya ia dan ibunya hilang tertelan banjir.

Dalam al-Qur’an juga disebutkan pula, seorang istri yang kelak masuk nereka dan menjadi bahan bakarnya. Dialah istri Abu Lahab, yang hidup di masa Rasullullah saw. Namun bedanya, pasangan ini sama-sama tidak mengikuti ajaran Allah dan menghasut orang-orang yang memeluk Islam dengan memfitnah Rasulullah saw. Bahkan, kisahnya diabadikan dalam satu surat yaitu al-Lahab.

Sungguh kisah-kisah yang amat tragis. Karena mereka para istri dan keluarga tersebut sangat beruntung berada di sisi orang pilihan Allah, yang dijamin masuk surga. Namun mereka lebih memilih menghianatinya.

Berbanding terbalik dengan kisah Siti Asiyah, yang tetap teguh pada ajaran Allah meski berdampingan dengan orang yang sangat kejam terhadap agama Allah.

Istri adalah pendukung utama bagi seorang suami. Baik dalam suka maupun duka. Taat dan patuh kepada suami adalah hal wajib bagi seorang istri selama hal ia masih dalam jalan kebaikan.

Semoga para kartinian sebagai seorang istri dapat menjadi partner hidup yang baik bagi suaminya. Dapat bersama-sama dengan pasangan meraih ridho Allah hingga bersama ke jannah-Nya kelak. Aamiin

 

(16) Komentar

  1. ah iya, meski jadi istri nabi tak menjamin bisa beriman dan masuk surga ya mbak
    seperti istri istri nabi yang mbak tulis ini
    layak dijadikan pengingat untuk menjalankan peran sebagai istri dgn lebih baik lagi

  2. MasyaAllah terima kasih ya Mbak sudah mengingatkan untuk selalu menjadi perempuan yang belajar menjadi baik.

  3. Nauzubillah min zalik. Jangan sampai kita seperti mereka, ya. Bahkan sekelas nabi pun diuji dengan istri yang durhaka.

  4. Fionaz Isza menulis:

    Nauzubillah ya kak, jangan sampe kita berlaku seperti istri nabi Nuh dan nabi Luth yang nggak patuh sama suaminya. Apalagi menyangkut dalam hal kebaikan.

  5. Istri yang tidak patuh sudah ada dari zaman nabi sampai saat ini. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa

  6. Hangat sekali ceritanya mba.. Terima kasih telah berbagi. Sekarang saatnya introspeksi diri :’)

  7. Hendra Suhendra menulis:

    Hidayah memang milik Allah sepenuhnya. Dia bisa memberikan hidayah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Sekalipun itu seorang istri atau keluarga Nabi, kalau belum waktunya dapat hidayah, ya sulit untuk menerima dakwah.

    Sudah seharusnya kisah-kisah di atas bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita semua ya Mba. Nice sharing

  8. Berbanding terbalik dengan istri nabi Luth dan Nuh, seorang Asiah yang bersuamikan Firaun malah meraih syurga. Sikap patuhnya meski pada suami durhaka menjadikan ia salah satu perempuan terbaik.
    Semoga Allah mudahkan kita untuk taat pada suami, apapun yang terjadi.

  9. iya mba, udah semestinya pasangan suami-istri bisa jadi support system satu sama lain ya 🙂

  10. Kisah yang sungguh menarik dan inspiratif, semoga yang membaca artikel ini selalu dalam keadaan baik dan beriman kepada Allah dan dijauhkan dari calon penghuni neraka. Amiin

  11. MasyaAllah bener banget kak. Suka noyor diri sendiri kalau baca kisah para Nabi kek gini. Perjuangannya berat banget, ngga ada seujung kukunya mereka perjuangan kita ini

  12. Fenni Bungsu menulis:

    Dari kisah para nabi jadi inspirasi buat kaum hawa baik yg sudah menjadi istri ataupun belum, agar bisa berakhlakul Karimah ya. Noted nih buat daku

  13. Saya yakin setiap wanita ingin seperti istri” nabi yg Soleha namun butuh kesabaran yg tinggi agar suami juga bisa mengimbangi, jika suami orang Soleh pasti bisa istrinya jadi wanita Solehah

  14. Sepakat kak. Istri adalah patner suami dalam berbuat kebaikan. Saling dukung, saling mengingatkan jika ada salah. Dan sebagainya. Ga serta merta patuh apalagi jika melanggar syariat. Satu lagi, cara penyampaian ke istri juga harus baik, lemah lembut. Sayang kan kalau ajakan kebaikan jadi ga terlihat baik hanya karena caranya salah, memaksakan atau bahkan mengancam.

  15. iya kak, banyak yang dapat kita pelajari yaa dari kisah2 terdahulu. meskipun namanya manusia ya pasti berbuat dosa, tapi sebisa mungkin ya kita minimalkan.

  16. saya suka membaca kisah-kisah istri nabi ini, ada yg taat dan patuh dg suami ada jg yg berkhianat. menjadi pesan tersendiri jika nnti menjadi istri, seusaha mungkin satu frekuensi dg suami hihi

Tinggalkan Balasan ke Jihan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *